Kenapa kita ngga Boleh Berhutang?


Kenapa kita ngga Boleh Berhutang? Salah satu kunci ketenangan dalam hidup




Di tengah derasnya arus gaya hidup modern, tawaran utang datang dari segala penjuru—kartu kredit, pinjaman online, cicilan tanpa DP, beli sekarang bayar nanti. Semua tampak mudah dan menggoda. Tapi, di balik kemudahan itu, ada konsekuensi besar yang sering diabaikan.

coba kita renungkan bersama: kenapa sebenarnya kita disarankan untuk tidak berutang?


1. Utang itu Beban, Bukan Solusi

Banyak orang berutang karena ingin menyelesaikan masalah finansial jangka pendek. Namun kenyataannya, utang sering memperpanjang masalah bahkan menambah beban.

  • Ketika kita berutang, kita sedang meminjam masa depan untuk membayar masa kini.

  • Alih-alih menyelesaikan masalah, utang bisa menciptakan lingkaran kecemasan yang sulit dihentikan.

  • Hidup terasa tidak bebas—selalu ada tagihan, kewajiban, dan tekanan.

“Kaya bukanlah memiliki segalanya, tapi merasa cukup dengan apa yang dimiliki.”
(Hadis, makna para ulama)


2. Pandangan Agama: Utang Bukan Hal Sepele

Dalam Islam, utang bukan hanya urusan dunia, tapi juga berdampak pada akhirat. Rasulullah ﷺ memberi perhatian khusus pada masalah utang. Berikut beberapa hadits yang memperlihatkan keseriusannya:

✦ Rasulullah ﷺ bersabda:

"Diampuni bagi orang yang mati syahid semua dosanya kecuali utang."
(HR. Muslim)

✦ Beliau juga berdoa:

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan utang."
(HR. Bukhari)

Ketika sahabat bertanya kenapa beliau sering meminta perlindungan dari utang, Rasulullah menjawab:

"Sesungguhnya bila seseorang berutang, maka ia akan berkata lalu berdusta, dan berjanji lalu mengingkari."
(HR. Bukhari)

Ini menunjukkan bahwa utang bisa menyeret seseorang pada dosa lain seperti kebohongan dan ingkar janji.


3. Utang Mengganggu Ketenangan Jiwa

  • Sulit tidur karena memikirkan cara membayar.

  • Merasa bersalah, cemas, bahkan depresi.

  • Kehilangan rasa aman karena selalu dihantui kewajiban membayar.

Orang yang berutang hidup dalam bayang-bayang tekanan, meski orang lain tidak tahu. Ada yang terus menunda membayar, ada yang merasa rendah diri, bahkan sampai kehilangan harapan.


4. Utang Bisa Merusak Hubungan

Berutang kepada teman atau keluarga berisiko menimbulkan:

  • Ketegangan dan konflik

  • Hilangnya rasa saling percaya

  • Putusnya silaturahmi

Satu ungkapan yang sering terbukti dalam kehidupan nyata:

“Jika ingin kehilangan teman, pinjamkan uang padanya.”


5. Utang Timbul Karena Kurangnya Rasa Cukup

Kita sering berutang bukan karena tidak mampu, tapi karena tidak merasa cukup. Ingin mengikuti gaya hidup orang lain, ingin cepat-cepat punya barang mahal, ingin terlihat "berhasil".

Padahal:

“Barangsiapa yang menjauh dari utang, ia akan dicukupkan oleh Allah.”
(Makna dari QS. At-Talaq: 3)

Hidup sederhana bukan berarti kekurangan. Justru itu tanda bahwa kita mengendalikan diri, bukan dikendalikan keinginan.


6. Utang Menyempitkan Rezeki

Utang bisa menunda banyak kebaikan dalam hidup:

  • Tidak bisa menabung

  • Tidak bisa bersedekah

  • Tidak bisa berinvestasi

Secara spiritual, keberkahan rezeki juga bisa berkurang karena hidup selalu dalam beban tanggungan. Sebab itu, Islam mengajarkan untuk menyelesaikan utang sebelum wafat agar ruh tidak tergantung.


7. Kapan Utang Boleh Dilakukan?

Utang bukan sepenuhnya dilarang, tetapi:

  • Harus dalam keadaan darurat, seperti untuk kebutuhan pokok, pengobatan, atau pendidikan penting.

  • Ada rencana pelunasan yang jelas.

  • Tidak digunakan untuk gaya hidup, foya-foya, atau gengsi.

Utang yang dilakukan dengan niat baik dan cara yang benar bisa jadi amal, tapi harus dengan kesungguhan untuk membayar.


8. Bagaimana Hidup Tanpa Utang?

Beberapa langkah sederhana untuk menghindari utang:

Buat anggaran bulanan.
Tunda keinginan, prioritaskan kebutuhan.
Bangun dana darurat minimal 3–6 bulan pengeluaran.
Hindari gengsi dan gaya hidup konsumtif.
Syukuri apa yang dimiliki, jangan bandingkan dengan orang lain.
Berdoa agar dijauhkan dari utang.


Utang memang tidak selalu buruk, tapi jika tidak dikelola dengan bijak, ia bisa menjadi sumber kegalauan dunia dan akhirat.

Mulailah dari hidup sederhana. Belajarlah menahan diri. Dan yakinlah, rasa cukup lebih melegakan daripada kemewahan sesaat yang diperoleh dari utang.

“Tidak ada yang lebih membebaskan selain hidup tanpa utang.”
– Renungan Kehidupan

Comments

BANYAK DIBACA

📊 Berapa Persen Orang Sukses yang Tidak Sekolah?

10 Prinsip Agar Hidup Lebih Tenang

Gaya hidupmu,Menentukan masa depanmu